Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ikuti Jejak Pertamina, Bulog Siapkan Beras Satu Harga

Perum Bulog berencana menerapkan satu harga untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di seluruh Indonesia, mengikuti jejak skema BBM Satu Harga yang dikelola Pertamina. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kebijaran satu harga dapat dilaksanakan setelah kondisi keuangan perusahaan membaik. Bulog diproyeksikan mencatat laba Rp 1,14 triliun pada 2026, didorong oleh kenaikan margin keuntungan menjadi 7 persen per kilogram atau sekitar Rp 970 per kg, yang mulai berlaku Agustus 2026. Kenaikan margin ini tertuang dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 Tahun 2026, yang sekaligus meningkatkan margin dari Rp 50 per kg sebelumnya. Selain itu, Bulog diperkirakan dapat menghemat biaya hingga Rp 1,07 triliun pada 2026 berkat penurunan bunga pinjaman dari 7-8 persen menjadi sekitiga 3 persen, ditambah subsidi pemerintah sebesar 2 persen.

Saat ini, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP masih bervariasi antar wilayah. Di Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi, HET ditetapkan Rp 12.500 per kg atau Rp 62.500 per kemasan 5 kg. Di Sumatera (luar Lampung dan Sumsel), NTT, dan Kalimantan, HET mencapai Rp 13.100 per kg atau Rp 65.500 per 5 kg. Di Maluku dan Papua, HET ditetapkan paling tinggi, yaitu Rp 13.500 per kg atau Rp 67.500 per 5 kg. Rizal menegaskan bahwa penerapan satu harga beras SPHP mas masih memerlukan persetujuan pemerintah melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas), dan Bulog belum menentukan besaran harga jual yang akan diajukan.

Keuntungan tambahan yang diproyeksikan tidak hanya untuk memperkuat keuangan Bulog, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Rizal menekankan komitmen Bulog untuk terus berkontribusi bagi kemaslahatan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait