Imbal Hasil Obligasi Jepang Tembus 3%, Tertinggi dalam 30 Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun mencapai 3 persen pada 1 September, level tertinggi sejak 1996. Kenaikan ini terjadi setelah Bank of Japan (BOJ) mengakhiri kebijatan suku bunga negatifnya pada 2024, sehingga pasar obligasi Jepang kini lebih ditentukan oleh keputusan investor berdasarkan prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Menurut laporan Bloomberg, investor internasional kini menyumbang sekitar dua pertiga transaksi tunai Japanese Government Bonds (JGB) bulanan, naik dari 12 persen pada 2009. Imbal hasil yang lebih tinggi menciptakan tekanan bagi portofolio yang ada melalui kerugian mark-to-market, namun sekaligus menjadi peluang bagi investor pendapatan tetap untuk berpartisipasi. Para analis menilai JGB kembali menjadi pilihan alokasi yang kredibel meski volatilitas pasar tetap tinggi.
Bagikan
Berita terkait
Video: Bos MI Soal Pasar RI Mulai Pulih Tapi Asing Belum Masuk Lagi
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.00
Jepang Dilanda Inflasi Tertinggi Tahun Ini, Harga Energi Menggila
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 13.51
Amerika Serikat Tingkatkan Pembelian Obligasi, Begini Kata Ekonom
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.37
3 Faktor Ini Jadi Pemicu Imbal Hasil Obligasi Global Meningkat
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.00