Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

Impor Minyak Mentah dari AS Tunggu Ratifikasi Dokumen Tarif Resiprokal

Impor minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) masih menunggu ratifikasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) oleh kedua negara. Kementerian ESDM menyatakan impor LPG dari AS sudah dilaksanakan, namun minyak mentah senilai USD 15 miliar baru bisa dilakukan setelah ART ditegakkan. Sementara itu, impor minyak mentah dari Rusia masih dalam fase kedua, dengan 770.000 barel telah dikirim ke Balikpapan pada Juni 2026 bernilai USD 75 juta. Indonesia tidak akan terkena tarif 100 persen atas pembelian Rusia karena masuk dalam 'window' pengecualian. AS sedang menyelesaikan investigasi Section 301 Trade Act terkait forced labor (Indonesia dikenai tarif tambahan 10 persen) dan excess capacity sebelum revisi ART.

Berita terkait