Impor Minyak Mentah dari AS Tunggu Ratifikasi Dokumen Tarif Resiprokal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Impor minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) masih menunggu ratifikasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) oleh kedua negara. Kementerian ESDM menyatakan impor LPG dari AS sudah dilaksanakan, namun minyak mentah senilai USD 15 miliar baru bisa dilakukan setelah ART ditegakkan. Sementara itu, impor minyak mentah dari Rusia masih dalam fase kedua, dengan 770.000 barel telah dikirim ke Balikpapan pada Juni 2026 bernilai USD 75 juta. Indonesia tidak akan terkena tarif 100 persen atas pembelian Rusia karena masuk dalam 'window' pengecualian. AS sedang menyelesaikan investigasi Section 301 Trade Act terkait forced labor (Indonesia dikenai tarif tambahan 10 persen) dan excess capacity sebelum revisi ART.
Bagikan
Berita terkait
Bahlil Bakal Impor Minyak Mentah dengan Harga Murah
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 06.54
Bahlil Siapkan Kontrak Jangka Panjang Beli Minyak Mentah Rusia
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 17.00
AS Sita 6 Juta Barel Minyak Iran, Diam-diam Dibawa Berlayar ke Amerika
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 21.17
Harga Minyak AS Anjlok Hampir 8% Usai AS-Iran Bertemu
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 06.35