INA Peringkat Kedua Pengelola Investasi Negara di Asia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310132/original/027005200_1785307690-IMG_5534.jpg)
Indonesia Investment Authority (INA) meraih peringkat kedua di Asia untuk tata kelola, keberlanjutan, dan ketahanan sebagai lembaga pengelola investasi sovereign wealth fund. Skor Governance, Sustainability, and Resilience (GSR) sebesar 92% dari Global SWF menempatkannya tepat di bawah Temasek Holdings dari Singapura. Capaian ini didasarkan pada penilaian 25 indikator independen yang mencakup aspek transparansi dan disiplin investasi.
Skor INA terdiri dari nilai Governance sebesar 9 dari 10, Sustainability 9 dari 10, dan Resilience 5 dari 5. CEO INA, Oki Ramadhana, menjelaskan bahwa skor GSR krusial untuk membangun kredibilitas dan menarik investasi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Investor membutuhkan mitra lokal dengan tata kelola kuat sebelum menanamkan modal di Indonesia.
Chief Risk Officer INA, Adhiputra Tanoyo, menambahkan bahwa peningkatan skor ini mencerminkan komitmen organisasi dalam memperbaiki tata kelola dan menjaga kepercayaan stakeholder. Pencapaian ini bukan hanya prestasi INA, tetapi juga menjadi modal strategis bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi asing dan domestik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 16.34
SWF INA milik RI Raih Skor GSR 92%, Tertinggi Kedua di Asia
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 08.19
Terungkap Alasan Kripto Masih Didominasi Pria, Wanita Lebih Rasional?
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.07
Alasan Freeport Minta Perpanjang Izin Tambang Sebelum 2041
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 10.16
Terungkap, Rp400 Miliar Digelontorkan Mazda untuk Pabrik di Bogor, Ini Faktanya
Berita terkait
Prabowo: S&P hingga Lianhe Akui Fundamental Ekonomi Indonesia Kokoh dan Layak Investasi
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 10.46
Pakar: Penguatan industri-investasi pacu pertumbuhan ekonomi 6 persen
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 15.28
Prabowo: Pertumbuhan ekonomi-investasi bukan tujuan akhir pembangunan
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 11.05
RI Terjangkit Triple Defisit, Butuh Banyak Dana Segar dari Investor
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 20.50