INALUM Ungkap Calon Mitra JV Smelter Mempawah, Ada Danantara hingga Investor China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) mengakselerasi pembentukan joint venture (JV) untuk mengelola Smelter Grade Alumina Refinery Fase 2 di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek dengan investasi US$2,7 miliar (Rp48,33 triliun) resmi dimulai 6 Februari 2026 melalui peresmian oleh MIND ID bersama BPI Danantara. Smelter baru memiliki kapasitas 600 KTPA, diproyeksikan menyerap 1.370 pekerja pada operasional dengan lahan 110 hektar.
Struktur JV menarafkan Inalum menjadi pemegang saham terbesar 51-60%, diikuti DANANTARA 20-25%, grup MIND ID 10%, dan investor China 9-5%. Teknologi China dipilih karena efisien, kompetitif, dan biaya investasi lebih rendah. Teknologi smelter China dinilai menyerap 45 juta ton produksi aluminium dunia (dari total 73 juta ton).
INlALUM telah menyelesaikan Bankable Feasibility Study dan kajian multiplier effect positif. Penutupan pendanaan diproyeksikan pertengahan 2027 dengan produksi logam perdana Q1 2030. Kerja sama dengan PT Bukit Asam telah ditandatangani nota kesepahaman untuk penyediaan solusi listrik.
Bagikan
Berita terkait
Hilirisasi Aluminium Dikupas dalam Metallurgical Trade Fair and Forum
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.58
Siap-Siap! RI Bisa Ketiban 'Durian Runtuh' US$16 M dari Proyek Ini
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 08.30
Prabowo Ungkap Proyek Ini Bisa Bikin RI Cuan Rp284 Triliun
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 17.10
Prabowo Sebut RI Bisa Dapat 'Durian Runtuh' US$16 M dari Proyek Ini
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 08.40