Indonesia Siapkan Lahan dan Regulasi untuk Gaet Investasi Perumahan dari China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311164/original/050745500_1785391030-WhatsApp_Image_2026-07-29_at_10.41.51_PM.jpeg)
Indonesia dan China sepakat memperkuat kerja sama di sektor perumahan, khususnya penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan menengah. Kesepakatan ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan China Ni Hong di Jakarta, Rabu (29/7/2026). Pertemuan ini juga dihadiri oleh Kepala BPS dan Komisioner BP Tapera.
Menteri PKP menegaskan Indonesia siap menyiapkan tiga hal utama untuk mendukung kerja sama ini, yaitu lahan strategis, data kebutuhan perumahan berbasis BPS, dan penyempurnaan regulasi agar iklim investasi lebih kondusif. Indonesia juga menekankan bahwa kerja sama harus menguntungkan kedua belah pihak, bukan hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar investasi, tetapi juga mitra strategis yang memberikan nilai tambah.
Selain itu, Indonesia mengharapkan setiap proyek kerja sama menggunakan material bangunan produksi dalam negeri serta melibatkan pelaku UMKM lokal dalam rantai pasok pembangunan. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat penyediaan hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan industri lokal dan membuka lapangan kerja.
Bagikan
Berita terkait
Pemerintah Bakal Gratiskan SHM, Ini Syaratnya
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 21.45
Mendagri Dorong Pemanfaatan Data BPS untuk Tekan Backlog Perumahan
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 22.12
Aturan Program Bedah Rumah Baru Terbit, Ini Isi Lengkapnya
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 17.22
Target 1.000 RTLH Warga Miskin Kota Semarang Tuntas September 2026
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 13.06