Industri Nikel Minta Kejelasan Platform dan Referensi Harga DSI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri nikel mendukung pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai instrumen transparansi ekspor sumber daya alam, namun menuntukan kejelasan desain platform, mekanisme referensi harga, dan jaminan administrasi sebelum penerapan penuh. Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) bersama sejumlah asosiasi seperti Apindo, APBI, dan GAPKI membentuk task force untuk menyampaikan masukan terkait rancangan platform tata kelola ekspor yang akan dikembangkan oleh DSI.
Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah menyatakan bahwa karakter transaksi setiap komoditas, kontrak, dan pembeli berbeda, sehingga tata kelola ekspor tidak dapat dibangun hanya melalui pendekatan administratif. Industri masih menunggu peluncuran platform untuk memperoleh kepastian mengenai mekanisme verifikasi, alur dokumen, pertukaan data, dan posisi eksportir setelah kebijakan berjalan penuh.
DSI merupakan instrumen baru Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia yang bertujuan memperkuat tata kelola dan transparansi transaksi ekspor sumber daya alam strategis. Pada tahap awal, cakupan DSI meliputi batu bara, minyak sawit mentah (CPO), dan ferroalloy dengan nilai ekspor gabungan hampir US$70 miliar per tahun. DSI telah beroperasi sejak 1 Juni 2026 dan berada dalam masa transisi hingga akhir 2026.
Bagikan
Berita terkait
DSI Tegaskan Peran sebagai Pengawas, Bukan Pemain Ekspor Sumber Daya Alam
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 21.15
Ekspor Nikel Kandungan LTJ Masih Jalan, Ambang Batas Belum Ditetapkan
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 16.30
Tony Wenas Masuk Jajaran Komisaris DSI, Tetap Pimpin Freeport
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 15.37
DSI Pantau Transaksi Ekspor Tiga Komoditas Strategis Rp1.239 T
CNN Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 21.27