Industri Plastik Tertekan, Bea Masuk Bahan Baku 0% Masih Ditunggu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri plastik hilir Indonesia masih menunggu realisasi kebijakan bea masuk bahan baku 0% yang diharapkan dapat menurunkan biaya produksi. Pada semester I/2026, banyak emiten plastik mencatat kenaikan COGS 12%-52% tahunan, menyertai peningkatan utang bank jangka pendek secara double digit. Meski demikian, sebagian perusahaan seperti PBID, PDPP, dan AKPI tetap mencatat pertumbuhan laba, sementara APLI dan ASPR mengalami penurunan laba. Kenaikan biaya dipengaruhi harga minyak, gangguan pasokan naphtha, dan ketergantungan pada bahan baku impor. Analis Sinarmas Sekuritas Yosua Zisokhi menyatakan daya beli yang melemah membuat sulit memperburuk kenaikan harga ke konsumen akhir, sementara risiko biaya pendanaan meningkat akibat kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Bagikan
Berita terkait
Beban Naik, Deretan Kinerja Emiten Plastik RI Ini Terancam
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 10.50
Mercedes-Benz Peringatkan Buruh: Hemat Biaya atau 2 Pabrik Ditutup!
Detik.com · 25 September 2026 pukul 11.56
Beli iPhone 18 Pro dan Pro Max di Singapura? Segini Pajaknya Saat Masuk Indonesia
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 09.29
IHSG Anjlok 1% ke Level 6.311
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 11.26