Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Inflasi Jabar Agustus 2026 Capai 0,21 Persen, Panen Raya Tahan Gejolak Harga

Perekonomian Jawa Barat menutup Agustus 2026 dengan inflasi bulanan sebesar 0,21 persen, didorong oleh pasokan pangan panen raya yang menahan kenaikan harga akibat musim kemarau. Inflasi tahunan (year-on-year) mencapai 3,13 persen, sementarakan inflasi tahun kalender (year-to-date) berada di 1,86 persen. Di 10 kabupaten/kota, seluruhnya mengalami inflasi, dengan tertinggi di Kabupaten Subang dan Kota Cirebon (0,40 persen) dan terendah di Kabupaten Majalengka (0,06 persen).

Tekanan inflasi utama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau (0,12 persen), dengan komoditas seperti daging ayam ras, beras, sigaret putih mesin, semangka, dan buncis sebagai pendorong utama. Kenaikan harga beras dan cabai rawit dipengaruhi musim kemarau, namun pasokan bawang merah dan tomat yang melimpah berhasil menstabilkan inflasi.

Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat naik 0,27 persen dari 119,04 ke 119,36, didorong oleh kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,41 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,14 persen. Gabah dan ayam ras pedaging menjadi komoditas utama yang mendorong kenaikan harga diterima petani. NTUP juga naik 0,29 persen ke 124,06, dengan kenaikan biaya produksi dipicu oleh harga benih padi, insektisida, upah membajak, dan bibit ayam.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait