Inflasi Medis Disebut Tembus 17%, Primaya Dorong Deteksi Penyakit Lebih Dini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Primaya Hospital menyatakan inflasi medis 17% lebih dipengaruhi peningkatan volume pasien dan kompleksitas penyakit, bukan kenaikan tarif layanan. CEO Leona A. Karnali menyatakan tarif medis relatif stabil atau menurun akibat diskon dan promosi, sementara klaim asuransi meningkat. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Primaya berkembangkan kemampuan penanganan kasus kompleks agar pasien tidak perlu dirawat di luar negeri. Leona menekankan peran preventif dan promotif pasien dalam mengurangi biaya kesehatan melalui deteksi penyakit lebih awal, karena penyakit sudah dalam tahap berat membutuhkan biaya yang lebih tinggi.
Bagikan
Berita terkait
Kemenkes Dukung Primaya Hospital Garap Medical Tourism Indonesia
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 20.50
Ketergantungan Produk Impor, Primaya Ungkap Harga Obat Hingga Alkes Melonjak Imbas Pelemahan Rupiah
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 17.55
Putusan MK Pasal 304 KUHD, AAUI: Polis Asuransi Tak Otomatis Diubah
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 16.50
IFG Life Sudah Bayar Klaim Rp 9,4 Triliun
Detik.com · 22 September 2026 pukul 16.28