Ketergantungan Produk Impor, Primaya Ungkap Harga Obat Hingga Alkes Melonjak Imbas Pelemahan Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Primaya Hospital mengungkapkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan tekanan pada biaya pengadaan, khususnya untuk barang-barang impor seperti alat kesehatan berteknologi tinggi dan obat-obatan. CEO Primaya Hospital, Leona A. Karnali, menjelaskan bahwa ketergantungan pada produk impor membuat kurs mata uang menjadi faktor kritis yang memengaruhi harga pengadaan. "Karena masih ada barang-barang high-tech yang kita impor, termasuk sejumlah obat, kenaikan harga tak terhindarkan akibat fluktuasi kurs," ujarnya dalam konferensi pers Primaya Fair 2026 di AEON Mall BSD City pada 23 September 2026. Untuk mengatasi kenaikan biaya ini, Primaya Hospital memanfaatkan kerja sama yang lebih erat dengan pemasok asal untuk membatasi lonjakan harga pengadaan. Nilai tukar rupiah pada hari yang sama mencatatkan level Rp17.884 per dolar AS. Strategi ini dilakukan guna menjaga stabilitas biaya operasional meski menghadapi tekanan inflasi dari sektor impor.
Bagikan
Berita terkait
Rupiah Dibuka Melemah ke 17.645 per Dolar AS, Tapi Ada Harapan Menguat
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 11.40
Video: PR Pengusaha Jaga Kelangsungan Produk Alkes Made In Indonesia
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 16.00
Pengakuan Bos Ritel: Harga Barang Sudah Naik 5-10% Akibat Dolar Tinggi
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 18.55
Video: 2 Efek Rupiah Anjlok ke Bisnis Alkes: Profit Menipis-Beban Naik
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 16.59