Informasi Stok Amunisi AS Menipis Bocor, Trump Sebut Pengkhianatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh laporan yang menyatakan stok amunisi AS menipis di tengah konflik dengan Iran sebagai tindakan pengkhianatan. Trump menyampaikan pernyataannya melalui akun Truth Social-nya, sambil membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai kesalahan 100 persen. Dalam pernyataannya, Trump juga memerintahkan agar media dan pihak yang mempertanyakan pasokan amunisi AS berhenti, menegaskan bahwa AS saat ini berada dalam posisi menang dalam konflik tersebut.
Trump menegaskan bahwa persediaan amunisi AS sangat besar dan produksinya sedang berlangsung pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya, amunisi tersebut disimpan untuk memenuhi kebutuhan internal AS. Namun, Trump juga menyatakan bahwa penjualan amunisi kepada negara-negara sekutu AS akan segera dilanjutkan kembali.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah eskalasi serangan militer AS di kawasan Timur Tengah terkait konflik dengan Iran. Sementara itu, laporan sebelumnya telah menimbulkan kekhawatiran mengenai kemampuan AS dalam menghadapi konflik jangka panjang di wilayah tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 4 September 2026 pukul 10.33
Korsel disebut siapkan pengerahan militer ke Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 09.00
Raksasa Asia Bakal 'Turun Gunung' ke Selat Hormuz, Kirim Tentara
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 08.11
Trump Murka dengan Laporan AS Kekurangan Amunisi di Tengah Perang Iran: 'Sampah Pengkhianat!'
Detik.com · 3 September 2026 pukul 15.57
AS Klaim Kawal 40 Kapal Angkut 18 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz
Berita terkait
Trump: Iran Hanyalah Perang Kecil Dibandingkan Pengeluaran AS untuk Ukraina
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 08.17
Balasan Iran Soal Pernyataan Trump Segera Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 11.53
Merasa Rugi AS Bantu Ukraina, Trump Bakal Minta Ganti
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 13.41
Trump: Kampanye Militer AS terhadap Iran Tak Akan Lama, Tapi Siap Menyerang Kapan Pun Kami Mau!
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.01