AS Klaim Kawal 40 Kapal Angkut 18 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Militer Amerika Serikat (AS) diklaim mengawal 40 kapal komersial melintasi Selat Hormuz pada Selasa (2/9) waktu setempat, dengan total muatan 18 juta barel minyak. Laporan ini, yang dikutip dari dua pejabat AS oleh CNN, jika terkonfirmasi, menandai rekor tertinggi perlintasan kapal selama masa perang. Operasi ini merupakan respons terhadap pemblokade Selat Hormuz yang dilakukan Iran sejak konflik dimulai pada akhir Februari lalu. Sebelumnya, jalur ini membawa sekitar 20 juta barel minyak per hari sebelum konflik berkembang. Selain mengamankan kapal, pasukan AS juga diklaim menyerang hampir 60 target militer Iran di sekitar Selat Hormuz, termasuk situs pertahanan udara, sistem radar, aset maritim, dan rudal antikapal. Menteri Energi AS Chris Wright sebelumnya menyatakan bahwa lebih dari 17 juta barel minyak telah melintasi jalur strategis ini. Para pejabat AS memperkirakan serangan lanjutan di area tersebut dalam beberapa hari mendatang, mengingat kemampuan Iran untuk memulihkan kekuatan miliknya dengan cepat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.01
Trump: Kampanye Militer AS terhadap Iran Tak Akan Lama, Tapi Siap Menyerang Kapan Pun Kami Mau!
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.14
Iran Siapkan Strategi Baru Hadapi AS
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 09.20
17 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz, Tertinggi Sejak Perang Iran
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 07.32
Iran Ancam AS dengan Strategi Perang Baru: 'Anda Tak Akan Lolos dari Dasar Neraka!'
Berita terkait
Trump Klaim Pegang Kendali Selat Hormuz, Jutaan Barel Minyak Melintas
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 15.21
AS Tolak Hidupkan Kembali Kesepakatan Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih 2%
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 08.02
Harga Minyak Dunia Bergerak Bervariasi, Ketegangan Iran-AS Bayangi Pasar Minyak
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 08.45
Balasan Iran Soal Pernyataan Trump Segera Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 11.53