Ini Kesalahan Promosi di WhatsApp yang Bikin Calon Customer Kabur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

WhatsApp bisa menjadi saluran komunikasi efektif dengan calon customer, namun penggunaan yang kurang tepat pada broadcast-nya justru membuat penerima merasa terganggu dan cenderung mengabaikan pesan. Salah satu kesalahan umum yang dilakukan pelaku usaha adalah mengirim pesan promosi dengan pola yang sama secara berulang, seperti penggunaan judul dengan huruf kapital penuh, harga yang dicoret, dan ajakan 'order sekarang' tanpa memberikan konteks relevan bagi penerima. Akibatnya, pesan promosi yang berulang dan terlalu menggoda dibayangkan sebagai spam, sehingga menurunkan minat penerima untuk membuka pesan berikutnya dan berdampak negatif pada hubungan bisnis jangka panjang. Agar broadcast WhatsApp tidak terasa seperti spam, penting untuk tidak hanya fokus pada promosi, tetapi juga mempertimbangkan cara menyusun pesan, informasi yang disampaikan, dan waktu pengirimannya. Pesan yang informatif dan berguna bagi penerima akan lebih mungkin dibuka dan dibaca, sehingga meningkatkan efektivitas komunikasi dan peluang konversi. Oleh karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk belajar cara menyusun broadcast yang seimbang antara informatif dan tetap mendukung tujuan penjualan. Untuk mempelajari strategi ini, diselenggarakan kelas online bertajuk 'WhatsApp Marketing: Maksimalin Cua, Cuma Pakai WhatsApp Doang!!! Batch 3' pada Jumat, 18 September 2026. Kelas ini ditujukan bagi pelaku usaha yang sudah menggunakan WhatsApp sebagai saluran penjualan maupun yang ingin membangun sistem komunikasi digital dari awal. Materi meliputi cara menyusun broadcast yang informatif tanpa mengorbankan tujuan penjualan, serta copywriting berdasarkan studi kasus relevan dengan kebutuhan bisnis sehari-hari.
Bagikan
Berita terkait
Indofood Buka 242 Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA/SMK hingga S2, Cek Syaratnya
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 00.30
Eks Pimpinan KPK Sindir Rocky Gerung: Terlalu Bela Prabowo Jadi Dungu
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 00.00
Digoyang dari Dalam, Iran Tangkap 8 Terduga Jaringan Pro-Monarki
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 23.30
MRT Ungkap Rencana 'Sulap' Kawasan Kota Tua
Detik.com · 9 September 2026 pukul 23.13