Digoyang dari Dalam, Iran Tangkap 8 Terduga Jaringan Pro-Monarki
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menangkap delapan orang di Provinsi Fars yang diduga tergabung dalam jaringan pro-monarki. Kelompok ini dituduh menggunakan bom molotov dan membakar ban saat demonstrasi nasional Januari lalu. Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meredam potensi gejolak dalam negeri di tengah konflik dengan Israel dan Amerika Serikat.
Ketidakpuasan masyarakat dipicu oleh kondisi ekonomi yang memburuk, inflasi tinggi, dan penindasan politik. Meskipun pemerintah menuduh adanya upaya kudeta yang didukung AS dan Israel melalui tokoh Reza Pahlavi, tidak ditemukan bukti adanya kelompok bersenjata pro-monarki yang terorganisir secara besar di Iran. Sebelumnya, Kementerian Intelijen Iran juga telah menangkap 111 orang yang disebut sebagai 'sel monarkis' di 26 provinsi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 03.30
Tak Mampu Ditaklukkan AS dan Israel, Mungkinkah Pemberontakan Domestik Mampu Gulingkan Mojtaba?
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 22.27
Sikap Keras Teodoro terhadap Tiongkok Dinilai Berpotensi Menjadi Modal Politik
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 09.07
Qatar: Perang Iran Tunjukkan Bersekutu dengan AS Tak Menjamin Keamanan
Berita terkait
PM Israel Benjamin Netanyahu: Iran Mencoba Membunuh Anak Saya!
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 07.42
MBS Telepon Trump Sebelum AS Batal Serang Iran
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 14.58
Ini yang Terjadi 1 Jam setelah Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 22.20
Sumber Arab Saudi Sebut Serangan di Irak Targetkan Milisi yang Didukung Iran, Bukan Negara Irak
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 07.19