INKA Rugi dan Banyak Utang, Danantara Pertimbangkan Suntik Modal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPI Danantara mempertimbangkan suntikan modal bagi PT Industri Kereta Api (INKA) akibat kondisi keuangan yang kritis. INKA mencatat kerugian sebesar Rp677 miliar, ekuitas negatif, serta memiliki pinjaman tidak berkelanjutan mencapai Rp4,7 triliun. Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi perusahaan untuk mendukung program elektrifikasi jalur kereta api nasional.
Kebutuhan armada meningkat tajam seiring pertumbuhan penumpang KRL Jabodetabek yang mencapai 1,1 juta orang per hari, sementara rata-rata usia kereta KAI telah melebihi 41 tahun. Karena kapasitas produksi INKA terbatas, Danantara dan KAI mengkaji opsi impor kereta bekas dari Jepang sebagai solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan 105 rangkaian trainset pada 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 15.38
Danantara Kaji Cost dan Benefit Impor KRL Bekas dari Jepang
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 15.36
Danantara bertemu Menhub bahas rencana impor KRL bekas dari Jepang
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 14.39
INKA Belum Sanggup, KAI Bisa Ambil Pilihan Impor KRL dari Jepang
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 19.38
Rosan Ungkap Rencana Danantara Beli Saham BEI, Porsinya 5%-10%
Berita terkait
Rano Karno Berharap Danantara Danai Proyek LRT Manggarai-Dukuh Atas
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 17.15
Prabowo Minta Suahasil Jaga APBN Tetap Kredibel
Detik.com · 30 September 2026 pukul 19.30
Danantara Siapkan Porsi 5-10 Persen dalam Demutualisasi Bursa
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 19.14
Rapat dengan Prabowo, Suahasil Bahas APBN 2027 hingga Peran Danantara
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 18.55