Intip Gerak Won Korea Selatan di Tengah Ketegangan AS-Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813938/original/075369100_1714122003-daniel-bernard-qjsmpf0aO48-unsplash.jpg)
Nilai tukar won Korea Selatan melemah tipis ke level 1.370,4 per dolar AS pada Selasa (1/9/2026), turun 1,8 won dari penutupan sebelumnya, sempat mencapai 1.373,5 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi seiring ketegangan AS-Iran di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi. Investor asing menjual saham bersih senilai 491,9 miliar won (US$358 juta), sementara indeks Kospi naik 0,23% ke 6.835,80. Ekspor Korea Selatan melonjak 68,7% YoY menjadi US$98,25 miliar pada Agustus, didorong ekspor semikonduktor yang naik 209% ke US$46,65 miliar akibat permintaan AI. Surplus perdagangan mencapai US$34,75 miliar. Bank of Korea (BOK) menaikkan suku bunga acuan dari 2,75% ke 3% untuk kedua kalinya, menjawab tekanan inflasi yang masih tinggi (CPI naik 2,8% YoY Juli 2026) dan pertumbuhan ekonomi yang kuat. BOK memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2026 dan 2027 masing-masing mencapai 3,3% dan 2,9%, naik dari proyeksi sebelumnya.
Bagikan
Berita terkait
Won Korea Selatan Sentuh Level Terkuat Sejak Juli 2025, Ini Pemicunya
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 16.00
Inflasi Pangan Naik, Destry: Jadi Pekerjaan Rumah Bersama
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 22.00
Ketegangan Geopolitik Bayangi Ekonomi Global, Menkeu Purbaya Beberkan Kondisi RI
JawaPos · 1 September 2026 pukul 21.45
Inflasi Jabar Agustus 2026 Capai 0,21 Persen, Panen Raya Tahan Gejolak Harga
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 21.45