Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Investasi AI Meningkat, Banyak Perusahaan Belum Rasakan Dampak Bisnis

Investasi kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara terus meningkat, namun banyak perusahaan belum merasakan dampak bisnis signifikan. Laporan McKinsey dan Singapore EDB (Februari 2026) mencatat lebih dari 60% perusahaan mengalokasikan 11–40% anggaran teknologi untuk AI, tetapi sekitar 60% hanya mencatat dampak terhadap EBIT di bawah 5%, dan hampir satu dari lima perusahaan belum mendapat manfaat finansial. CEO Pesat.AI, Nell VH, menilai implementasi masih terbatas pada proyek uji coba dan belum terintegrasi ke proses bisnis. PwC memproyeksikan AI dapat berkontribusi hingga US$ 366 miliar bagi ekonomi Indonesia pada 2030 jika diterapkan efektif.

Di sisi lain, Amazon mengumumkan PHK sekitar 14.000 karyawan korporat untuk menjadi lebih ramping dan berinvestasi di AI generatif. Langkah ini merupakan bagian dari efisiensi biaya sejak 2022, dengan total lebih dari 27.000 karyawan dipangkas. Hingga Oktober 2025, lebih dari 200 perusahaan teknologi global telah memberhentikan sekitar 98.000 karyawan, termasuk Microsoft, Meta, Google, dan Salesforce, dengan alasan efisiensi dan adopsi AI.

Berita terkait