Negara Tetangga RI Mau Bongkar 'Otak' di Balik Scamming dan Fraud
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kamboja sedang mengumpulkan bukti terhadap dalang operasi penipuan siber berskala masif, termasuk otak kejahatan, antek-antek, pemilik, penyedia fasilitas, dan pelindungnya. Chhay Sinarith, pemimpin komisi pemerintah untuk memberantas penipuan, menyatakan bahwa tindakan hukum yang efektif membutuhkan waktu dan bukti yang cukup. Informasi dari mitra internasional membantu menyelidiki beberapa tersangka, namun pengungkapan terlalu dini berisiko membuat para tersangka melarikan diri.
Sejak pandemi, Kamboja dan negara-negara Asia Tenggara lainnya menjadi pusat penipuan industri. Para korban ditindak dengan tindak pidana perdagangan orang, ditahan dalam kondisi mengenaskan, dan dipaksa menipu orang secara daring. Pemerintah AS melaporkan kerugian sebesar US$10 miliar bagi warganya pada 2024 akibat penipuan dari kawasan ini.
Pemerintah Kamboja mengklaim telah menghancurkan banyak kompleks penipuan selama setahun terakhir, meskipun belum merilis daftar lengkap situs yang digerebek. Namun, analis dari TRM Labs, John Wojcik, menyatakan skeptisisme bahwa operasi tersebut tidak menyentuh figur tinggi atau pelindung industri. Ia menambahkan bahwa banyak jaringan besar tetap aktif dan tersebar ke lokasi yang lebih kecil. Penyelidikan juga sedang dilakukan terhadap jaringan keuangan Prince Group, yang dituduh AS sebagai kedok penipuan dan pencucian uang. Pendirinya, Chen Zhi, ditangkap dan dideportasi ke Tiongkok tahun ini.
Bagikan
Berita terkait
Indonesia soroti kisah sukses ASEAN eratkan kemitraan di Asia Tenggara
ANTARA News · 27 September 2026 pukul 06.27
Konflik Geopolitik Jadi Pemicu Percepatan Energi Terbarukan di 6 Negara Asia Tenggara
JawaPos · 25 September 2026 pukul 17.30
Pengusaha Buka-bukaan Industri Tekstil RI Kalah dari Vietnam-Kamboja
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 16.56
Dari Pasar Lokal ke Asia Tenggara, Kebutuhan Pembayaran Merchant yang Kian Kompleks jadi Tantangan
JawaPos · 24 September 2026 pukul 10.30