Investasi Jakarta Capai Rp173,6 Triliun, Pemprov DKI Buka Karpet Merah untuk Investor Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menawarkan berbagai proyek dan aset daerah kepada investor global dalam upaya memperkuat posisinya sebagai pusat investasi dan perdagangan internasional. Penawaran ini disampaikan oleh Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, dalam forum China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2026 di Guangzhou, Tiongkok. Jakarta mencatatkan kontribusi 17,2% terhadap realisasi investasi nasional dengan nilai mencapai Rp173,6 triliun pada semester I 2026, sementara perekonomiannya tumbuh 5,52% secara tahunan pada kuartal II 2026.
Beberapa peluang investasi yang ditawarkan meliputi digitalisasi periklanan ruang publik, komersialisasi Mal Pelayanan Publik, pengembangan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), dan optimalisasi kawasan wisata, olahraga, dan pusat budaya. Proyek prioritas termasuk revitalisasi eks-Pusat Industri Pakaian Jadi di Kebon Jeruk dengan luas 1.350 meter persegi, yang diproyeksikan menjadi Smart Manufacturing & Creative Fashion Lab dengan integrasi teknologi manufaktur pintar, automated micro-factories, ruang desain, serta fasilitas co-working dan co-living.
Partisipasi DKI Jakarta dalam CISMEF 2026 didukung kerja sama dengan Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) untuk memperluas jaringan bisnis dan membuka peluang kolaborasi perdagangan serta investasi dengan mitra internasional. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi dan pintu masuk investasi internasional setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara.
Bagikan
Berita terkait
Korporasi Didakwa Suap Rp 1,3 M Terkait Proyek Perlintasan KA Jawa-Sumatera
Detik.com · 7 September 2026 pukul 15.12
Polri dan Polisi Diraja Malaysia Perkuat Pencegahan Penyelundupan Narkoba
Detik.com · 7 September 2026 pukul 12.34
Putri Mahkota Swedia ke NTB, Gubernur Iqbal Buka Peluang Kerja Sama Internasional
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 17.24
Di Malaysia, Jokowi Tegaskan Dunia Butuh PBB Versi Baru
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 15.56