Investasi Jakarta Tembus Rp173,6 Triliun, Sektor Digital Jadi Salah Satu Penopang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Investasi di Jakarta pada semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun, setara dengan 17,2% dari total investasi nasional. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, menyatakan arah investasi ke depan semakin beralih ke sektor digital, AI, energi bersih, dan industri masa depan. Jakarta juga menyumbang 16,3% terhadap PDB nasional pada kuartal II 2026.
Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi mendominasi investasi dengan Rp54,4 triliun (31,3%), diikuhi oleh sektor jasa lainnya sebesar Rp43,6 triliun (25,1%) yang mencakup pusat data, web hosting, dan rumah sakit. Rosan menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi digital, yang diproyeksikan mencapai US$360 miliar pada 2030, memperkuat prospek Jakarta sebagai pusat investasi strategis.
Pemerintah juga menyiapkan Jakarta sebagai pusat keuangan internasional dan memperkuat fasilitasi proyek melalui penyederhanaan perizinan serta debottlenecking. Rosan menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan proyek investasi di Jakarta berjalan sesuai rencana, mengingat kontribusi signifikannya bagi perekonomian nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.56
Komdigi Rombak Ulang Infrastruktur Digital Indonesia, Patok 9 Juta Talenta
Berita terkait
Komdigi Yakin RI Bisa Jadi Raksasa Ekonomi Digital 2040
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 13.45
Kabel Laut Jadi Tulang Punggung Era AI, RI Hadapi Tantangan Ini
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 07.45
JLL: Indonesia berpeluang jadi pusat data center regional
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 15.06
5G Bakal Dibangun Habis-habisan di Penjuru RI Demi AI
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 09.19