JLL: Indonesia berpeluang jadi pusat data center regional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menilai Indonesia berpeluang besar menjadi tujuan utama investasi pusat data (data center) di kawasan Asia Tenggara. Peluang ini terbuka akibat keterbatasan dan regulasi di negara tetangga; Singapura dan Johor Bahru di Malaysia menerapkan moratorium pembangunan pusat data karena kendala konsumsi energi listrik dan isu lingkungan. Situasi tersebut mengalihkan arus investasi ke Indonesia, khususnya kawasan Batam dan Jakarta.
Potensi Indonesia didukung oleh faktor demografi dan adopsi digital yang kuat, meliputi jumlah penduduk sekitar 290 juta jiwa serta tingkat penetrasi internet yang mencapai 81 persen. Tingginya aktivitas generasi milenial dan Gen Z dalam penggunaan data, media sosial, komputasi awan, hingga teknologi kecerdasan buatan memicu lonjakan kebutuhan infrastruktur skala besar secara konsisten sejak 2018.
Kendati demikian, JLL mengingatkan bahwa industri pusat data menyerap lebih sedikit tenaga kerja langsung dibandingkan sektor manufaktur konvensional. Oleh sebab itu, pemerintah didorong untuk memastikan pertumbuhan sektor ini memberikan dampak ekonomi berganda melalui pengembangan ekosistem teknologi dan industri pendukung di dalam negeri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.00
Video: Gali Potensi Mineral Kritis dan EBT, RI Incar Investor Teknologi
Berita terkait
Memperkuat Ekonomi Nasional, INTI 2026 Hubungkan 15 Sektor Teknologi Strategis
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 12.30
5G Bakal Dibangun Habis-habisan di Penjuru RI Demi AI
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 09.19
Pemerintah Diminta Lakukan Hal Ini buat Geber Pertumbuhan Ekonomi Digital
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 16.57
Transformasi TelkomGroup Berbuah Manis, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 10.31