Investor China dan UEA Bidik Proyek Industrialisasi Garam di Sampang, Madura
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Investasi/BKPM memfasilitasi minat investor dari China dan Uni Emirat Arab untuk membangun industrialisasi garam di Kabupaten Sampang, Madura. Wilayah ini dipilih karena memiliki lahan tambak luas sekitar 1.300 hektare, kualitas air laut yang optimal, serta dukungan pemerintah daerah. Proyek ini bertujuan mempercepat swasembada garam nasional dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
Industri ini akan menerapkan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) yang mampu mendaur ulang energi termal, mengurangi penggunaan uap tradisional hingga 70-90%, dan menurunkan emisi karbon. Berbeda dengan metode tradisional, teknologi MVR memungkinkan produksi garam kemurnian tinggi secara kontinu tanpa bergantung pada cuaca. Saat ini, proyek masih dalam tahap studi kelayakan dengan estimasi waktu penentuan mitra pelaksana sekitar satu tahun.
Bagikan
Berita terkait
Di KTT BRICS, Prabowo Tawarkan Industrialisasi Bersama
Liputan6.com · 13 September 2026 pukul 22.16
Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, Mentrans: Industrialisasi Luar Jawa Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 15.04
Batam Tumbuh 7,28%, Iftitah Tekankan Pemerataan dan Peluang Kerja bagi Masyarakat
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 08.36
Siap-Siap! Tambak Garam Raksasa RI di NTT Panen Perdana November 2026
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 14.40