Iran Balik Ancam AS: Perang Ekonomi Tak Akan Bikin Teheran Menyerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, menyatakan AS kini bergantung pada tekanan ekonomi untuk menghentikan kegagalan militer Iran. Iran berencana menghadapi tekanan dengan strategi ekonomi dan persatuan nasional. Aref menekankan pentingnya kohesi nasional dan pengawasan pasar ketat untuk mengatasi penentuan harga tidak wajar serta praktik penimbunan barang. Tekanan ekonomi AS melanjutkan sanksi besar dan blokade angkatan laut, menyebabkan inflasi Iran mencapai tiga digit dan ekspor minyak kharg turun hampir nol pada Juli 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 08.53
Sekjen PBB Desak AS dan Iran Segera Lanjutkan Negosiasi Damai
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 08.45
Harga Minyak Dunia Bergerak Bervariasi, Ketegangan Iran-AS Bayangi Pasar Minyak
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 08.20
Mengapa Iran Tidak Ingin Berada Situasi Tidak Perang dan Perdamaian Semu?
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 19.30
Bocor! Iran Diam-diam Siapkan Perang Lebih Besar Lawan AS
Berita terkait
Harga Minyak Kembali Naik, Harapan Damai AS-Iran Memudar
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 10.08
Rencana Rahasia Iran untuk Tingkatkan Eskalasi Perang dengan AS
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 15.42
Gagal Capai Kesepakatan Nuklir 60 Hari, Gencatan Senjata AS-Iran Mendek
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.32
Ini Alasan Iran Bikin Sayembara Bunuh Tentara AS Dapat Rp534 Juta dan Rp1 Miliar bagi Kontestan Perempuan
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 06.10