Iran Balik Ancam AS: Perang Ekonomi Tak Akan Bikin Teheran Menyerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, menyatakan AS kini bergantung pada tekanan ekonomi untuk menghentikan kegagalan militer Iran. Iran berencana menghadapi tekanan dengan strategi ekonomi dan persatuan nasional. Aref menekankan pentingnya kohesi nasional dan pengawasan pasar ketat untuk mengatasi penentuan harga tidak wajar serta praktik penimbunan barang. Tekanan ekonomi AS melanjutkan sanksi besar dan blokade angkatan laut, menyebabkan inflasi Iran mencapai tiga digit dan ekspor minyak kharg turun hampir nol pada Juli 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 08.15
Utang Pemerintah AS Tembus Rp 712.000 Triliun!
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 07.40
Harga Minyak Tembus US$ 91, Ketegangan Timur Tengah Memanas
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 06.10
Iran Ancam ke Negara Arab Teluk, Beri Ultimatum Keras Bila Lakukan Ini
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 23.01
UEA Tangguhkan Transaksi Perdagangan-Keuangan dengan Iran
Berita terkait
AS Sita 6 Juta Barel Minyak Iran, Diam-diam Dibawa Berlayar ke Amerika
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 21.17
Presiden Iran Tegaskan Tak Percaya AS, Anggap Blokade Hormuz Respons Wajar
Detik.com · 27 September 2026 pukul 14.15
Presiden Iran Tantang Trump di PBB: Kami Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut!
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 08.39
Tekan Ekonomi Iran, AS Klaim Telah Berkomplot dengan Uni Eropa
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 08.00