Harga Minyak Tembus US$ 91, Ketegangan Timur Tengah Memanas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5540888/original/091837400_1774840995-5.jpg)
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 1 persen pada Rabu, dengan Brent mencapai US$ 91,62 per barel dan WTI US$ 85,83 per barel. Kenaikan dipicu khawatir pasar atas ketegangan di Timur Tengah setelah UEA memutuskan seluruh transaksi keuangan dengan Iran serta gangguan di Selat Hormuz yang masih ditutup. Iran menyatakan jalur perairan tersebut masih ditutup, sementara kebuntuan diplomasi berujung ancaman sasaran militer di Eropa. Di sisi lain, persediaan minyak AS naik 4,4 juta barel mencapai 428,8 juta barel, membantu meredam kekhawatiran ketat pasokan. Global, kilang terus menambah pembelian minyak mentah karena margin tinggi dan pasokan bahan bakar tetap terbatas akibat serangan Ukraina terhadap kilang Rusia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 10.30
Harga Minyak Mendekati US$100 Lagi, Perang AS-Iran Kembali Jadi Pemicu
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 23.09
Tak Ada Negosiasi Iran, Trump Unggah Peta Selat Hormuz 'Wilayah Baru AS'
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 18.00
Harga Minyak Turun Tipis, Pasar Cermati Arus Hormuz dan Tekanan AS ke Iran
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 17.00
JD Vance Sebut Tekanan Ekonomi Alat Paling Efektif AS terhadap Iran
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Kompak Menguat Usai Donald Trump Tolak Proposal Perdamaian
JawaPos · 28 September 2026 pukul 08.00
Breaking: Perang Iran Bisa Melebar ke Samudra Hindia
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 16.00
Harga Minyak Dunia Makin Mahal di Tengah Serangan Houthi dan Iran
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 12.00
Sepekan Terakhir, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih dari 8 Persen
kumparan · 14 September 2026 pukul 08.30