Jakarta · Rabu, 7 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

ISF 2026: Bos Apindo Ungkap Tantangan Industri Hijau

Pada acara Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2026, Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani menekankan bahwa tantangan industri hijau tidak lagi hanya soal ketersediaan teknologi, tetapi juga kemampuan penerapannya dalam skala industri yang berkelanjutan secara ekonomi. Menurutnya, teknologi perlu diterapkan secara nyata di lapangan, tidak hanya eksis secara teoritis. Shinta menyatakan bahwa pemerintah perlu menyediakan kepastian kebijakan dan infrastruktur, sementara dunia usaha dan lembaga keuangan harus mendukung investasi yang dapat dilaksanakan. Survei menunjukkan bahwa hanya 21,49% perusahaan di Indonesia yang sudah memiliki peta jalan dekarbonisasi, sementara 77,42% belum mengadopsi energi terbarukan. Kendala utama yang dihadapi sebagian besar perusahaan adalah pembiayaan, yang menjadi penghalang utama dalam transisi hijau.

Shinta juga menekankan bahwa keberhasilan industri hijau harus dinilai tidak hanya dari segi teknologi dan pendanaan, tetapi juga dari dampaknya bagi masyarakat, seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk itu, Indonesia perlu menyesuaikan kerangka regulasinya agar dapat bersaing dalam rantai pasok global.

Di sisi lain, Bob Azam dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia memperingatkan agar tidak terburu-buru dalam mengembangkan industri hijau, mengingat risiko seperti green inflation yang terjadi di Eropa akibat over investment. Ia menyarankan agar penerapan energi baru terbarukan (EBT) dilakukan secara bijak dan efisien, sehingga biaya tetap terkendali. Target jangka dekat pemerintah adalah mencapai penurunan emisi karbon pada 2030 melalui penerapan EBT yang dikelola dengan baik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait