ISF 2026: Bos Apindo Ungkap Tantangan Industri Hijau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9367129/original/086153000_1791299651-shinta_apindo.jpeg)
Pada acara Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2026, Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani menekankan bahwa tantangan industri hijau tidak lagi hanya soal ketersediaan teknologi, tetapi juga kemampuan penerapannya dalam skala industri yang berkelanjutan secara ekonomi. Menurutnya, teknologi perlu diterapkan secara nyata di lapangan, tidak hanya eksis secara teoritis. Shinta menyatakan bahwa pemerintah perlu menyediakan kepastian kebijakan dan infrastruktur, sementara dunia usaha dan lembaga keuangan harus mendukung investasi yang dapat dilaksanakan. Survei menunjukkan bahwa hanya 21,49% perusahaan di Indonesia yang sudah memiliki peta jalan dekarbonisasi, sementara 77,42% belum mengadopsi energi terbarukan. Kendala utama yang dihadapi sebagian besar perusahaan adalah pembiayaan, yang menjadi penghalang utama dalam transisi hijau.
Shinta juga menekankan bahwa keberhasilan industri hijau harus dinilai tidak hanya dari segi teknologi dan pendanaan, tetapi juga dari dampaknya bagi masyarakat, seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk itu, Indonesia perlu menyesuaikan kerangka regulasinya agar dapat bersaing dalam rantai pasok global.
Di sisi lain, Bob Azam dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia memperingatkan agar tidak terburu-buru dalam mengembangkan industri hijau, mengingat risiko seperti green inflation yang terjadi di Eropa akibat over investment. Ia menyarankan agar penerapan energi baru terbarukan (EBT) dilakukan secara bijak dan efisien, sehingga biaya tetap terkendali. Target jangka dekat pemerintah adalah mencapai penurunan emisi karbon pada 2030 melalui penerapan EBT yang dikelola dengan baik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 16.45
Asia Pasifik Sumbang Separo Investasi di Transisi Energi, Anindya Bakrie Sebut Peluang untuk RI
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 16.27
Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi Diharapkan Mampu Menekan Hambatan Investasi
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 15.59
Rosan Beberkan Arah Kebijakan Program Energi Seusai Ada Kemenko Hilirisasi
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 15.32
Hashim Nilai Masa Depan RI Cerah, Ekonomi Tumbuh hingga Tak Terlibat Konflik
Berita terkait
Eddy Soeparno Dorong Transisi Energi Jadi Strategi Pertumbuhan Ekonomi RI
Detik.com · 27 September 2026 pukul 21.03
Waka MPR Tekankan Pentingnya Percepat Realisasi Program PLTS 100 GW RI
Detik.com · 24 September 2026 pukul 20.57
Video: Bikin Invesor EBT Masuk RI, MPR Mau Aturan Rumit Dipangkas
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 19.31
Investasi Hilirisasi Sentuh Rp 650 Triliun, Energi Surya Jadi Prioritas
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 14.45