Rosan Beberkan Arah Kebijakan Program Energi Seusai Ada Kemenko Hilirisasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan arah kebijakan kementerian terkait program energi setelah pembentukan Kemenko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Kapasitas kelistrikan Indonesia saat ini sekitar 88-89 GW, dengan rencana pengembangan PLTS sebesar 100 GW untuk menggantikan 13 GW pembangkit listrik diesel yang tidak efisien. Kementerian berupaya mempercepat program energi lainnya dengan dukungan kementerian koordinator baru, memanfaatkan posisi strategis sektor pengolahan bahan baku dalam negeri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 13.43
Ada Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi, Rosan Buka Suara
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 16.45
Asia Pasifik Sumbang Separo Investasi di Transisi Energi, Anindya Bakrie Sebut Peluang untuk RI
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 15.45
Kebutuhan Dananya Ditaksir capai Rp 3,3 Triliun, PLN IP Kembangkan PLTS Terintegrasi BESS
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 15.32
Hashim Nilai Masa Depan RI Cerah, Ekonomi Tumbuh hingga Tak Terlibat Konflik
Berita terkait
Pembangunan PLTS 100 GWp dalam 3 Tahun Dinilai Realistis
JawaPos · 26 September 2026 pukul 16.30
Eddy Soeparno Bicara Urgensi Kebut Realisasi PLTS 100 GW di New York
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 17.52
Proyek PLTS 100 GW Butuh Rp 1.130 Triliun, Danantara Turun Tangan
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 19.15
PLTS Pulau Sembur Siap Dukung Program PLTS 100 GWp
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 16.45