Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi Diharapkan Mampu Menekan Hambatan Investasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi di bawah komando Bahlil Lahadalia diharapkan dapat mengatasi hambatan investasi yang selama ini menghambat proses hilirisasi. Prof. Muhammad Bachtiar Nappu dari Universitas Hasanuddin menyatakan penyatuan koordinasi antar kementerian menjadi kunci utama. Namun, keberhasilan Kemenko tidak hanya berasal dari perubahan struktur kelembagaan, tetapi dari kemampuan menghilangkan bottleneck yang membuat investasi hilirisasi berjalan lambat. Hilirisasi membutuhkan ekosistem yang lengkap meliputi bahan baku, energi, infrastruktur, pembiayaan, teknologi, tenaga kerja, regulasi, dan akses pasar. Masalah utama terletak pada elemen-elemen tersebut yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga, sehingga investor sering menghadapi ketidakpastian, seperti memperoleh izin industri namun belum pasti bahan baku, atau bahan baku tersedia namun harga listrik tidak kompetitif atau jaringan transmisi belum siap.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 14.45
Investasi Hilirisasi Sentuh Rp 650 Triliun, Energi Surya Jadi Prioritas
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 14.15
Potensi Energi Terbarukan Indonesia 3.700 GW, Tapi Baru Tergarap 15,4 GW
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 13.43
Ada Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi, Rosan Buka Suara
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 13.30
Ada Kemenko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Kementerian yang Dipimpin Rosan?
Berita terkait
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8%, Rosan Bidik Investasi Rp13.000 T
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 13.24
Bahlil & Sarmuji: Hilirisasi dan Transisi Energi Menuju Negara Industri
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 10.12
Prabowo Lantik Bahlil Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 14.31
Asia Pasifik Sumbang Separo Investasi di Transisi Energi, Anindya Bakrie Sebut Peluang untuk RI
JawaPos · 6 Oktober 2026 pukul 16.45