Isu Bank Indonesia Masuk Pemerintah, Bakom Ungkap Fakta Sebenarnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4062734/original/032142100_1656044673-Gedung_Bank_Indonesia.jpg)
Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI) membantah isu beredara yang menyatakan Bank Indonesia (BI) akan masuk ke dalam struktur pemerintah. Tenaga Ahli Utama Bakom RI Fithra Faisal Hastiadi menegaskan tidak pernah ada wacana untuk menempatkan bank sentral sebagai bagian pemerintah karena hal tersebut sudah diatur dalam konstitusi.
Fithra menjelaskan bahwa independensi BI tidak boleh dinilai hanya dari hubungan institusional dengan pemerintah, tetapi lebih penting pada operational independence atau kemampuan BI untuk menjalankan kebijakan moneter secara mandiri sesuai tugas pokoknya. Ia menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah dan BI tetap penting karena kedua lembaga memiliki fokus yang berbeda: pemerintah pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, sementara BI pada stabilitas moneter.
Menurut Fithra, kolaborasi antara Kebijakan fiskal pemerintah dan moneter BI perlu dilakukan secara harmonis agar tidak saling bertentangan. Sinergi ini tidak mengikis kemandirian operasional BI, asalkan bank sentral tetap memegang kendali penuh atas kebijakan moneternya. Fithra menegaskan bahwa independensi Bank Indonesia tetap terjaga meskipun terjalin koordinasi yang erat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 16.03
Bakom Bantah Rumor BI bakal jadi Bagian dari Pemerintah
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 15.53
Bakom Tepis Isu BI Gabung ke Pemerintah
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 15.01
Bakom tegaskan tak ada wacana BI jadi bagian pemerintah
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 19.22
Said Abdullah Bicara soal Sosok Calon Pimpinan Bank Indonesia
Berita terkait
Ekonom sebut pengambilan kebijakan jadi ujian independensi BI
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 17.45
Uang Beredar Tumbuh 18,3 Persen, BI Dorong Ekonomi Tetap Bergerak
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 21.23
BI Rate 5,75 Persen, Ekonom: Pilihan Paling Tepat untuk Kondisi Saat Ini
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.57
Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.40