Aida S Budiman Tegaskan Stabilitas Fiskal-Moneter Sejalan Buat Pertumbuhan Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4178553/original/009309300_1664767985-Screenshot_2022-10-03-11-05-23-095_com.google.android.youtube.jpg)
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Aida S Budiman menegaskan pentingnya sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dengan Komisi XI DPR pada 26 Agustus 2026, Aida menjelaskan bahwa meski fiskal dan moneter memiliki ruang kebijakan masing-masing, kolaborasi keduanya penting agar kebijakan moneter dapat merespons asumsi yang digunakan dalam APBN secara tepat. Ia juga menyoroti pengaruh penerbitan surat berharga negara dan obligasi global terhadap likuiditas valuta asing dan rupiah, sekaligus menekankan bahwa tujuan akhir kedua kebijakan adalah stabilitas dan dorongan pertumbuhan ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 17.10
Calon DGS BI: Kebijakan moneter-fiskal bisa beda, tapi tujuan sama
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 12.29
Destry ingin BI tetap relevan respons tantangan saat uji di DPR
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 20.20
Calon DGS BI: Stabilitas makroekonomi jadi kunci pertumbuhan ekonomi
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.58
Destry Damayanti Jelaskan Makna Sinergi BI dengan Pemerintah
Berita terkait
Aida S Budiman Bawa 8 Program Buat Jadi Deputi Gubernur Senior BI
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 20.35
Independensi Bank Indonesia Jadi Sorotan
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.43
Ekonom sebut pengambilan kebijakan jadi ujian independensi BI
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 17.45
Isu Bank Indonesia Masuk Pemerintah, Bakom Ungkap Fakta Sebenarnya
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 16.45