Isu Reshuffle Mencuat, Purbaya: Kita Fokus Jaga APBN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630196/original/049757800_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.06.jpeg)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fokus pemerintah pada pengamanan APBN hingga akhir 2026, menolak komentar soal isu reshuffle kabinet. Purbaya bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengarahkan pengendalian subsidi dan peningkatan penerimaan negara, termasuk PNBP dari sektor energi, untuk menjaga kondisi fiskal tetap aman. Pemerintah juga memantau fluktuasi harga minyak global yang berpotensi memengaruhi belanja negara.
Pada Semester I 2026, realisasi belanja negara mencapai Rp1.656 triliun, tumbuh 17,8% YoY. Peningkatan belanja ini didorong oleh percepatan alokasi dana untuk program prioritas dan pembangunan nasional. Purbaya menekankan langkah ini sebagai kebijakan strategis agar dampak ekonomi tersebar merata sepanjang tahun, bukan indikator kondisi fiskal yang memburuk.
Pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun (naik 21,4% YoY), sehingga defisit APBN terkendali pada Rp196,5 triliun atau 0,76% PDB, dengan surplus keseimbangan primer Rp85,1 triliun. Purbaya menilai belanja produktif ini mendukung S&P Global Ratings menjaga peringkat kredit Indonesia di BBB dengan outlook stabil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 17.16
Utang Pemerintah Tembus Rp 10.000 Triliun, Purbaya Buka Suara
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 19.30
Rp 20,5 T Telah Mengalir ke 490 Pemda, Purbaya: Cukup untuk Bayar Gaji PPPK
Berita terkait
Purbaya Kena Reshuffle Kabinet, Rupiah Anjlok 58 Poin
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 15.58
Purbaya Akui Kelola APBN Kini Makin Berat: Harga Minyak Tinggi Sekali
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 15.20
Selama Enam Bulan, Program MBG Habiskan APBN Rp101,1 Triliun
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 21.05
Bongkar Pasang Menteri Era Prabowo, Apa Efeknya ke Ekonomi RI?
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 11.40