Bongkar Pasang Menteri Era Prabowo, Apa Efeknya ke Ekonomi RI?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih untuk kesekian kalinya, dengan 7 kali bongkar pasang menteri dalam dua tahun. Ekonom Senior Didik J Rachbini menyatakan sektor industri mengalami penurunan signifikan, dengan pertumbuhan turun dari 5,48% (KKM II-2025) menjadi 4,5% (KKM II-2026). Tidak ada kebijakan khusus dalam UU APBN 2027 untuk mendorong industri, sehingga target pertumbuhan ekonomi 6-7% tergerak. RPJMN 2025-2029 menargetkan kontribusi manufaktur 21,9% pada 2029, namun tidak ada kebijakan implementasi yang terlihat. PMI Manufaktur sering di bawah 50, menandakan krisis industri. Didik menilai APBN 2026 (Rp4.106,3 triliun) dominan untuk operasional dan utang, bukan investasi. Harapan pertumbuhan 7-8% tidak realistis tanpa perubahan kebijakan drastis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 22.35
Penyegaran Kabinet, PR Darurat Sektor Industri
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 22.22
Penyegaran Kabinet, Industri Perlu Kebijakan Baru Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 14.52
Suahasil komitmen jaga momen pertumbuhan sekaligus kredibilitas APBN
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 19.50
Suahasil Sebut APBN-Danantara Gandengan Buat Menopang Ekonomi Indonesia
Berita terkait
APBN Harus Jadi Shock Absorber, Wamenkeu Juda Agung: Ketahanan Bukan Tanpa Guncangan
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 13.42
APBN RI Defisit Rp240 Triliun hingga Agustus, Suahasil Beberkan Kondisi Ekonomi Indonesia
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.41
Suahasil Bongkar Jurus Racik APBN demi Kejar Pertumbuhan 6%
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 21.53
Menkeu Suahasil: APBN Harus Terus Pertajam Belanja, Bukan Sekadar Potong Anggaran
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 19.24