Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jadi Catatan Prabowo, Anies Baswedan Ingatkan Indonesia Bisa Tidak Seperti Singapura tapi Malah Myanmar

Anies Baswedan menyoroti bahwa mengadopsi model perekonomian negara yang digerakkan pemerintah seperti Singapura tanpa tata kelola yang kuat berisiko menghasilkan hasil yang tidak diinginkan. Dalam wawancara di NOTASLIMBOY TV pada 12 Agustus 2026, ia menekankan tiga pilar penting untuk kemajuan suatu negara: teknokrasi, meritokrasi, dan transparansi. Menurutnya, keberhasilan negara-negara seperti Singapura, Tiongkok, dan Korea Selatan tidak semata-mata disebabkan oleh gaya kepemimpinan kuat atau otoriter, tetapi juga oleh sistem institusi dan tata kelola yang ketat.

Anies memperingatkan bahwa jika Indonesia mengandalkan gaya kepemimpinan strongman tanpa membangun tiga pilar tersebut, negara berpotensi menuju kondisi seperti Korea Utara atau Myanmar. Ia menekankan bahwa pemberian jabatan strategis harus didasarkan pada kompetensi dan rekam jejak, bukan kedekatan politik atau keanggotaan dalam tim sukses. Dengan demikian, institusi seperti badan investasi negara atau perusahaan milik negara harus mengutamakan transparansi dalam proses rekrutmen dan pengambilan keputusan, karena mereka mengelola dana publik.

Selain itu, Anies menyampaikan bahwa budaya koneksi yang mendominasi kompetensi dapat membuat bakat terbaik Indonesia kehilangan kesempatan untuk berkontribusi. Ia menegaskan bahwa besarnya kekuasaan atau skala usaha negara bukan jaminan keberhasilan; justru penguatan teknokrasi, meritokrasi, dan transparansi adalah kunci agar pengelolaan ekonomi negara tidak hanya menjadi konsentrasi kekuasaan tanpa tata kelola yang memadai.

Berita terkait