Jadi Gubernur BI, Ini Profil Destry dan Rekam Jejaknya Bersama Aida Budiman dan Solikin Juhro
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi XI DPR RI menetapkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031, bersama Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai calon Deputi Gubernur BI. Penetapan ini dilakukan setelah ketiganya menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dan masih memerlukan persetujuan dari Rapat Paripurna DPR. Jika disahkan, Destry akan menjadi perempuan pertama yang menjabat sebagai Gubernur BI secara definitif. Ia sebelumnya pernah menjadi Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 dan kembali dipercaya untuk periode 2024-2029, sekaligus pernah menjalankan tugas sebagai pejabat gubernur sementara setelah pengunduran diri Gubernur Perry Warjiyo pada Juli 2026. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengajukan Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI dan Aida sebagai calon tunggal Deputi Gubernur Senior BI. Destry Damayanti, lahir 1963 di Jakarta, memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan Master of Science dari Cornell University. Karier panjangnya meliputi peran sebagai peneliti dan pengajar UI, Kementerian Keuangan, Citibank, hingga pimpinan eksekutif di Mandiri Sekuritas dan Bank Mandiri. Di pemerintahan, ia pernah menjadi Ketua Task Force Ketahanan Ekonomi Kementerian BUMN dan Ketua Tim Panitia Seleksi Pimpinan KPK. Dalam uji kelayakannya, Destry menekankan komitmennya menjaga stabilitas ekonomi, mendukung pertumbuhan dan lapangan kerja, serta menjaga independensi BI dalam kerja sama antarlembaga. Aida S. Budiman, lahir 1965 di Bogor, merupakan ekonom dengan karier yang hampir seluruhnya di Bank Indonesia sejak 1991. Ia pernah menjabat Kepala Departemen Internasional, Direktur Eksekutif Departemen Kebijangan Ekonomi dan Moneter, hingga Asisten Gubernur. Aida juga pernah bertugas sebagai Alternate Executive Director di IMF. Dengan pengalaman lebih dari 35 tahun di BI, ia dikenal ahli dalam kebijangan moneter, ekonomi internasional, dan koordinasi bauran kebijangan. Visinya untuk BI adalah menjadi salah satu bank sentral terbaik di kelompok negara emerging economies. Solikin M. Juhro, lahir 1967 di Surahayu, memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Airlangga, Master dari University of Michigan, hingga PhD Monetary Economics dari Universitas Indonesia. Karier di BI dimulai pada 1994 dan telah menempati posisi strategis seperti Kepala Departemen Institut BI, Kepala Departemen Kebijangan Ekonomi dan Moneter, hingga Kepala Departemen Kebijangan Makroprudensial. Dalam uji kelayakannya, Solikin menekankan pentingnya pengelolaan siklus ekonomi melalui kombinasi kebijangan moneter, makroprudensial, dan koordinasi fiskal, serta mendalami pasar keuangan untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan ekonomi nasional.
Bagikan
Berita terkait
Kronologi Pembelian CPO oleh JARR Versi Kuasa Hukum Duta Palma
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 16.25
B50 Jadi Senjata Kurangi Impor Solar, Pertamina Siapkan Infrastruktur Blending hingga Distribusi
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.23
Brantas Abipraya Tancap Gas di Bisnis Properti, Urban Heights Resmi Meluncur di Housing Expo
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 16.22
Pertamina Siap Pimpin Pengembangan Ekosistem Carbon Capture Storage
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.21