Jaga Efisiensi Energi, Industri di Indonesia Perlu Teknologi Perlindungan Aset
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2222986/original/020734000_1526974688-1.jpg)
Industri di Indonesia semakin membutuhkan teknologi perlindungan aset untuk memperpanjang masa pakai peralatan sekaligus menjaga efisiensi energi. Menurut Hugo Quintanilla, Head of Infrastructure Protection & Repair APAC Henkel Adhesive Technologies, perlindungan aset menjadi bagian krusial dalam menjaga keberlanjutan operasional industri. Teknologi ini dirancang untuk melindungi peralatan yang beroperasi di lingkungan dengan kondisi berat, termasuk paparan suhu ekstrem, abrasi, erosi, dan benturan.
Permintaan teknologi perlindungan aset ini mendesak mengingat peralatan industri kerap beroperasi di tengah kondisi ekstrim. Sektor ketenagalistrikan, pertambangan, minyak dan gas (migas), serta infrastruktur menjadi pengguna utama peralatan berat yang membutuhkan solusi perlindungan ini. Dengan pemeliharaan dan perbaikan yang tepat, perusahaan dapat mempertahankan keandalan peralatan selama masa operasinya, sekaligus meminimalkan risiko korosi dan kerusakan akibat benturan.
Menurut Hugo, pengembangan teknologi perlindungan dan perbaikan diarahkan untuk mempertahankan keandalan peralatan tanpa harus mengubah pola operasional secara drastis. Solusi ini mencakup pemeliharaan, perbaikan, hingga perlindungan dari korosi jangka panjang. Upaya memperpanjang masa pakai aset ini selalu berjalan berdampingan dengan kebutuhan industri dalam meningkatkan efisiensi energi secara berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Kementerian ESDM: Efisiensi Energi Bisa Tambah Laba Perusahaan Sekaligus Pangkas Emisi
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.04
Cara Merawat Mobil Listrik yang Aman agar Baterai Awet
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.10
Industri HVAC Indonesia Hadapi Tantangan Efisiensi Energi dan Standar Cleanroom
JawaPos · 10 September 2026 pukul 17.30
RHVAC Indonesia 2026 dan Cleanroom Indonesia Expo Hadirkan Solusi Efisiensi Energi
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 15.39