Jaga Pertumbuhan, Telkom Genjot Bisnis Infrastruktur Digital
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Telkom Indonesia menjalankan transformasi strategis melalui pilar TLKM 30 dengan menerapkan model HoldCo-OpCo. Perusahaan melakukan delayering bisnis ke dalam lima segmen utama (B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, serta Others dan Ancillary) untuk meningkatkan akuntabilitas, efisiensi operasional, dan mempercepat pengambilan keputusan strategis.
Kinerja keuangan semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan positif dengan pendapatan konsolidasi Rp75,9 triliun (naik 3,9% YoY) dan laba bersih ternormalisasi Rp11,3 triliun (naik 6,2% YoY). Pertumbuhan ini didorong oleh monetisasi bisnis seluler, peningkatan ARPU mobile Telkomsel menjadi Rp46 ribu, serta ekspansi kapasitas data center NeutraDC yang mencapai 49,9 MW. Telkom juga mengalokasikan lebih dari 94% CAPEX pada bisnis inti untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang yang sehat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 03.29
Perkuat Ekosistem Bisnis Terintegrasi & Jaringan Distribusi, SIG Maksimalkan Pertumbuhan Kinerja
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 14.35
Jaga Momentum Pertumbuhan, Telkom Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital
Berita terkait
Jaga Momentum Pertumbuhan, Telkom Tingkatkan Nilai Tambah dari Bisnis Infrastruktur Digital
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.21
Akselerasi Transformasi TLKM 30 Dongkrak Pendapatan dan Laba Telkom
CNN Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 11.12
Transformasi TLKM 30: Pendapatan Hingga Laba Bersih Telkom Tumbuh Kuat
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 11.09
Telkom Jaga Pertumbuhan dengan Tingkatkan Nilai Tambah Infrastruktur Digital
kumparan · 7 September 2026 pukul 18.52