Jalan Rusak Sedot Rp 40 Triliun per Tahun, Pemerintah Godok Kebijakan Zero ODOL
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia harus mengeluarkan anggaran setidaknya lebih dari Rp 40 triliun setiap tahunnya untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak akibat truk dengan dimensi dan muatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan bahwa besarnya dana perbaikan jalan tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa pemerintah terus menggodok kebijakan Zero ODOL. Pernyataan ini disampaikan AHY dalam konferensi pers di Jakarta.
Selain menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan yang signifikan, truk ODOL juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Pemerintah, dengan Kementerian Perhubungan di garis depan, memiliki kepentingan untuk mengurangi bahkan meniadakan kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan over dimension overload. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya sekaligus menghemat anggaran negara yang selama ini digunakan untuk perbaikan jalan rusak.
Kebijakan Zero ODOL telah melalui proses yang panjang dan melibatkan banyak pihak yang memiliki kepentingan. Pemerintah juga mempertimbangkan berbagai tantangan yang muncul, termasuk dampak terhadap biaya angkutan dan kelancaran distribusi logistik. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan transformasi di sektor transportasi darat agar kebijakan dapat berjalan efektif tanpa menghambat perekonomian.
Bagikan
Berita terkait
Pejalan Kaki di Bandung Tewas Ditabrak Pemobil, Diduga Kurang Konsentrasi
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 14.38
Wujudkan Zero Over Dimension dan Overload 2027, Polri Fokus Langkah Pencegahan
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 12.46
Pelajar Tewas Akibat Jalan Licin, Pedagang Tepi Jl Kramat Jati Akan Ditata
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 11.08
Bocah Lagi Main Sepeda Meninggal Usai Tertabrak Truk Boks di Bekasi
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 19.03