Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Jalan Terjal Anies Baswedan Menuju Pilpres 2029, Masihkah Punya Panggung dan Pengusung?

Konstelasi politik menuju Pilpres 2029 semakin dinamis dengan penerapan aturan pencalonan presiden yang baru setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut politikus dan ahli strategi media Muchlis A Rofik, eksekusi keputusan MK terkait threshold pencalonan akan menjadi penentu utama konfigurasi politik mendatang. Analisis pengamat politik Saiful Mujani menekankan bahwa posisi Presiden Prabowo Subianto sebagai petahana menjadi faktor awal dalam membaca kontestasi berikutnya. Biasanya, inkumbens (calon yang sudah pernah maju) menjadi prioritas pertama dalam perhitungan strategis, seperti yang terlihat pada Pilpres 2019 lalu.

Namun, Saiful menyampaikan bahwa ruang politik akan semakin terbuka jika Prabowo tidak lagi dianggap sebagai tokoh dominan. Kondisi ini memungkinkan partai politik dan tokoh lain untuk mulai menghitung peluang mengajukan kandidat mereka sendiri. Dengan demikian, dinamika elektabilitas dan perubahan aturan pencalonan menjadi bagian penting dari peta persaingan menuju Pilpres 2029.

Di sisi lain, nama Anies Baswedan kembali muncul dalam pembahasan. Muchlis mempertanyakan apakah daya tarik elektoral Anies masih cukup kuat untuk menjadi pertimbangan partai politik pada 2029. Saiful menilai bahwa Anies masih memiliki modal elektoral yang signifikan, sebagaimana terlihat dari dukungan yang received pada Pilpres 2024, yang mendorong NasDem, PKS, dan PKB untuk membentuk koalisi guna mengusungnya. Partai politik akan tetap memperhitungkan basis pemilih dalam menentukan tokoh yang akan diusung.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait