Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Jangan Terjebak Rumor, Analis Ingatkan Pentingnya Cermati Fundamental

Pasar modal yang dinamis menuntut investor untuk selalu merujuk pada informasi fundamental perusahaan yang terverifikasi, bukan sekadar spekulasi pasar. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menekankan pentingnya membedakan informasi material resmi dengan rumor yang belum terkonfirmasi. Menurutnya, setiap transaksi di bursa harus dianalisis secara mendalam meliputi pihak yang bertransaksi, harga, volume, dan keterbukaan informasi, bukan hanya dari nilai transaksi agregatnya. Dengan menggabungkan beberapa sumber informasi dan mencermati kinerja fundamental emiten, investor dapat menempatkan sentimen pasar dalam konteks yang lebih utuh.

Dalam konteks ini, analisis fundamental perusahaan menjadi kunci utama untuk menilai kesehatan sebuah perusahaan, terutama bagi emiten perbankan. Nafan menyoroti PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagai contoh emiten yang menunjukkan ketahanan fundamental yang kuat. Pada semester I 2026, BCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 29,5 triliun dan pertumbuhan penyaluran kredit hingga 8 persen secara tahunan mencapai Rp 1.036 triliun. Struktur pendanaan BCA juga dianggap sehat dengan porsi dana murah (CASA) sebesar 84,3 persen dari total dana pihak ketiga.

Pada periode yang sama, nilai CASA BCA tumbuh 10,2 persen secara tahunan menjadi Rp 1.082 triliun. Kualitas aset BCA juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 1,9 persen dan Loan at Risk (LAR) sebesar 4,9 persen. BCA juga konsisten mencatatkan pertumbuhan laba bersih, dengan laba bersih 2024 sebesar Rp 54,8 triliun (naik 12,7 persen) dan 2025 sebesar Rp 57,5 triliun (naik 4,9 persen). Selain itu, BCA sedang melakukan buyback saham dengan nilai maksimal Rp5 triliun dari 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027 sebagai bentuk keyakinan manajemen terhadap fundamental perseroan.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait