Jelang Konsolidasi Asuransi BUMN, Klaim Rasio Asuransi Kredit Naik 99%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Klaim rasio asuransi kredit di Indonesia mencapai 99,6% di semester II-2026, dengan premi sebesar Rp9,32 triliun dan klaim Rp9,28 triliun. Kenaikan ini terkait dengan langkah pemurnian bisnis asuransi umum menjelang konsolidasi perusahaan asuransi BUMN di bawah BPI Danantara. Wakil Ketua Bidang Statistik AAUI Heri Supriyadi menjelaskan bahwa beberapa perusahaan asuransi mengurangi eksposur pada segmen asuransi kredit melalui konsep streamlining, di mana bisnis asuransi kredit akan dialihkan ke sektor penjaminan agar tidak bercampur dengan asuransi umum. Dengan demikian, perusahaan asuransi umum dapat lebih fokus pada fungsi inti sebagai penyedia perlindungan risiko non-keuangan.
Selain konsolidasi, industri asuransi umum juga menghadapi tantangan tingginya risiko pada bisnis asuransi kredit. Perusahaan asuransi semakin selektif dalam memilih portofolio kredit yang akan dijamin, terutama di sektor seperti real estat yang masih mengalami tekanan risiko kredit tinggi. Banyak perusahaan hanya bersedia menjamin kredit untuk debitur dari kelompok usaha induknya, sementara tawaran dari bank luar dihindari karena membutuhkan analisis kredit yang lebih mendalam.
Pada sisi lain, kinerja pendapatan premi industri asuransi umum terkontraksi 0,5% hingga mencapai Rp58,19 triliun per Juni 2026, sementara klaim keseluruhan meningkat 29,2% hingga Rp27,36 triliun.
Bagikan
Berita terkait
AAUI: Hanya 1%-5% Risiko Bencana yang Terlindungi Asuransi
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 19.36
Brantas Abipraya Pangkas 29 Entitas Usaha
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 08.10
Bocoran Aturan Demutualisasi Bursa: Negara Bisa Genggam Saham 5%
Detik.com · 4 September 2026 pukul 06.25
Kejar Ekonomi 6 Persen, Purbaya Evaluasi Hambatan Investasi Saban Minggu
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 08.00