AAUI: Hanya 1%-5% Risiko Bencana yang Terlindungi Asuransi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyoroti tingginya protection gap atau kesenjangan perlindungan asuransi di Indonesia, yang mencapai 95%-99%. Artinya, hanya sekitar 1%-5% kerugian akibat bencana alam yang terlindungi asuransi. Direktur Eksekutif AAUI Cipto Hartono menyatakan temuan ini didasarkan pada riset internasional terbaru, yang menempatkan Indonesia pada peringkat 95 hingga 99 persen protection gap dunia. Hal ini sejalan dengan kondisi domestik, terlihat dari lonjakan rasio klaim asuransi umum akibat pembayaran klaim bencana pada akhir tahun lalu. Misalnya, kerugian ekonomi akibat banjir di Kalimantan mencapai Rp64 triliun, namun hanya Rp2 triliun hingga Rp3 triliun yang ditanggung asuransi, atau sekitar 3%. Sebagian besar aset yang diasuransikan masih didominasi aset pemerintah dan fasilitas publik, sementara proteksi untuk aset pribadi seperti rumah warga mencapai 99% atau lebih. Akibatnya, masyarakat bencana hanya mengandalkan bantuan pemerintah, padahal asuransi penting untuk pemulihan ekonomi pascapasar.
Bagikan
Berita terkait
Jelang Konsolidasi Asuransi BUMN, Klaim Rasio Asuransi Kredit Naik 99%
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 18.55
Kerugian Bencana Gempa di NTT Diperkirakan Capai Rp2,2 Triliun
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.29
Pemprov DKI Periksa 26.247 Pendaftar KJP Cek Profil Kekayaan
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 20.26
Kapal Tongkang Tak Bisa Berlayar, Stok Batu Bara RI Numpuk!
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 20.25