Jika Ahmad Ali Jadi Tersangka, Jokowi dan PSI Bisa Ikut Terbakar!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jurnalis senior Hersubeno Arief menyampaikan skenario yang berpotensi terjadi jika KPK menetapkan Ahmad Ali, Ketua Harian DPP PSI, sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi batu bara. Menurutnya, penetapan sebagai tersangka tidak hanya akan mempengaruhi Ahmad Ali, tetapi juga berdampak signifikan terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan PSI. Hersu menyatakan bahwa PSI adalah "bayi besar" politik yang didirikan Jokowi untuk melanggengkan dinasti politiknya, khususnya sebagai kendaraan agar Gibran dapat maju sebagai presiden. Sebelumnya, PSI menjual narasi antikorupsi dan progresif sebagai partai anak muda, namun citra tersebut bisa hancur jika Ahmad Ali, sebagai motor penggerak harian PSI, ditangkap oleh KPK. Narasi antikorupsi PSI akan runtuh, dan ini justru memperkuat citra buruk PSI terkait korupsi, mengingat Jokowi juga memiliki catatan kuat terkait isu korupsi.
Sementara itu, KPK telah menyita uang tunai senilai Rp3,5 miliar dari rumah Ahmad Ali yang diduga berasal dari aliran dana gratifikasi per metrik ton batu bara. Kasus ini merupakan pengembangan perkara yang menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa penyitaan dilakukan untuk memperkuat bukti perkara dan bagian dari upaya pemulihan aset. Penyidik yakin bahwa uang yang disita terkait dengan dugaan gratifikasi batu bara.
Hingga kini, status hukum Ahmad Ali masih sebagai saksi, namun KPK terus mendalami perannya, termasuk kaitannya dengan jasa holding dan pengamanan jalur angkut logistik batu bara di wilayah Kukar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 12 September 2026 pukul 22.00
Hadiri Khitanan Putra Kiai di Cirebon, Jokowi Didampingi Pengurus PSI
Berita terkait
PSI Disebut ‘Bayi Politik’ Jokowi, Hersu Prediksi Dampak Fatal Kasus Batu Bara
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 22.30
KPK Sita Rp3,5 Miliar, Dinasti Politik Jokowi Bisa Terguncang
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 22.00
KPK Sita Rp3,5 Miliar dari Kediaman Ahmad Ali, PDIP: Mengapa Proses Hukumnya Lambat? Apa Gara-Gara Orang Dekat Jokowi?
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 16.20
Selama PSI di Bawah Ambang Batas, Poros Solo Tak Bakal Banyak Bermanuver Sambut Pilpres 2029
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 17.39