KPK Sita Rp3,5 Miliar, Dinasti Politik Jokowi Bisa Terguncang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai senilai Rp3,5 miliar dari Ahmad Ali, Ketua Harian DPP Partai PSI, yang diduga berasal dari gratifikasi per metrik ton batu bara. Uang tersebut disita untuk memperkuat bukti kasus dan sebagai bagian dari upaya penyelamatan aset. Hingga saat ini, status hukum Ahmad Ali masih sebagai saksi, namun KPK sedang menyelidiki perannya terkait jasa holding dan pengamanan jalur angkut logistik batu bara di wilayah Kukar.
Jurnalis senior Hersubeno Arief menyatakan jika KPK sengaja menaikkan status Ahmad Ali dari saksi menjadi tersangka, dampaknya akan merugi bagi dinasti politik Jokowi dan partai PSI. Ia menilai PSI bukan sekadar partai biasa, melainkan 'bayi besar' yang dirawat Jokowi untuk melengkapi strategi politik Gibran Rakabuming menjadi Presiden. Citra progresif PSI sebagai partai anak muda akan runtuh jika keberatan ini menjadi tersangka.
Kasus ini merupakan pengembangan perkara yang menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. KPK menegaskan penyitaan dilakukan dengan keyakinan uang tersebut merupakan bukti penting untuk mengungkap gratifikasi per metrik ton batu bara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 13 September 2026 pukul 18.45
KPK Geledah Rumah Mewah Ipda Yayat yang Hanya Bergaji Pokok Rp 2,9 Juta
JPNN.com · 13 September 2026 pukul 14.11
Ada Isu Jual Beli Jabatan Rp 100 Miliar di Kemenkeu, KPK Diminta Bergerak
CNN Indonesia · 12 September 2026 pukul 22.00
Hadiri Khitanan Putra Kiai di Cirebon, Jokowi Didampingi Pengurus PSI
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 09.03
KPK Geledah Ruang Sekda Banyumas, Diduga Tahu Praktik Suap Masuk Unsoed
Berita terkait
PSI Disebut ‘Bayi Politik’ Jokowi, Hersu Prediksi Dampak Fatal Kasus Batu Bara
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 22.30
Jika Ahmad Ali Jadi Tersangka, Jokowi dan PSI Bisa Ikut Terbakar!
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 21.30
Respons KPK soal Permintaan Panggil Jokowi ke Sidang Korupsi Kuota Haji
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 11.00
Dito Sebut Pertemuan Jokowi-MBS Bahas Kuota Haji Tak Libatkan Yaqut
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 17.40