Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Jika Harga Minyak Terus Mendidih, Pertamax Bisa Tembus Rp 20.000/Liter

Harga minyak dunia yang mencapai US$ 108 per barel berpotensi mendorong kenaikan harga Pertamax hingga Rp 20.000 per liter jika tren ini berlanjut tanpa penurunan. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyampaikan hal ini dalam acara Pertamax Journey di Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (11/9/2026). Harga Pertamax saat ini diperkirakan berada di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per liter akibat belum adanya indikasi penurunan harga minyak global.

Pemerintah dan Pertamina memastikan stok BBM di terminal dan SPBU tetap aman meski terjadi fluktuasi harga. Namun, Eko menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan. Panic buying dapat menyulitkan proses pemulihan stok yang membutuhkan waktu minimal satu minggu dalam kondisi stok aman, atau tiga hingga empat hari pada kondisi normal. Rantai pasok yang harus disiapkan meliputi peningkatan produksi di kilang, opsi impor, penambahan armada kapal distribusi, hingga mobil tangki di daerah.

Kenaikan harga minyak ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di beberapa wilayah strategis seperti Selat Hormuz, Laut Merah, dan Selat Bab al-Mandab. Serangan antar-AS dan Iran, serta serangan Houthi yang didukung Iran terhadap Arab Saudi, mendorong pedagang untuk memborong minyak mentah sebagai antisipasi gangguan pasokan yang lebih lama.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait