Harga BBM Pertamax Cs Bisa Turun di Agustus? Ini Kata ESDM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa harga BBM non-subsidi seperti Pertamax mengikuti pergerakan harga pasar internasional, sehingga kemungkinan penurunan di Agustus belum pasti. Kondisi pasar global masih tidak menentu akibat faktor geopolitik, dengan harga minyak justru menunjukkan tren kenaikan. Penetapan harga Pertamina didasarkan pada biaya pokok penyediaan ditambah margin keuntungan.
Data terkini menunjukkan harga Brent di US$87,86 per barel (turun 0,57%) dan WTI di US$81,97 (turun 0,77%). Koreksi harga ini memperpanjang penurunan dari level sebelumnya, dengan Brent kehilangan hampir 9% dalam dua hari terakhir. Tekanan harga terkait dengan harapan penyelesaian diplomatik antara AS dan Iran, yang dapat meredakan kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Meski demikian, risiko di kawasan tersebut masih ada, termasuk ancaman kelompok Houthi di Bab el-Mandeb dan kondisi tidak normal di Selat Hormuz. Kementerian ESDM akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan mengevaluasi harga keekonomian BBM. Jika rata-rata harga pasar mengalami penurunan, Pertamina berpeluang menyesuaikan harga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 13.45
Hadir di GIIAS 2026, Pertamina Patra Niaga Bawa Solusi Energi Dukung Industri Otomotif
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 08.46
Trump Ancam Iran, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 7% Tembus USD90 per Barel
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 08.16
Trump Ancam Balas Iran, Harga Minyak Naik Nyaris 8%
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 21.32
AS-Iran Damai, Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi ke Level Terendah: Brent Dijual USD84/Barel
Berita terkait
Harga Minyak Merosot Setelah Ekspor Lewat Selat Hormuz Meningkat
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 07.53
Prabowo Sebut Swasembada Pangan Nyata: Periksa Semua Gudang!
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 05.55
Prabowo Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 21.07
Prabowo Sebut Banyak Negara Panik soal Gejolak Energi: RI Masih Cool!
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 17.05