Pertamina Ungkap Konflik Timur Tengah Lebih Pelik dari Rusia-Ukraina, Harga BBM Jadi Taruhan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertamina Patra Niaga menilai konflik geopolitik di Timur Tengah lebih berdampak pada pasar energi dibanding konflik Rusia-Ukraina sebelumnya. Harga minyak dunia kembali melampaui US$100 per barel, bahkan mencapai US$108 per barel pada perdagangan Kamis, level tertinggi sejak Mei 2026. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan di jalur strategis seperti Selat Hormuz dan Laut Merah, termasuk serangan antara Amerika Serikat dan Iran serta keterlibatan kelompok Houthi di Arab Saudi. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global yang berkepanjangan. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyampaikan bahwa tekanan pada harga BBM di dalam negeri semakin besar akibat ketidakpastian pasar. Harga Pertamax nonsubsidi berpotensi berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter jika harga minyak dunia tidak segera turun. Eko menekankan pentingnya penurunan harga minyak kembali ke kisaran US$60-US$70 per barel agar tekanan inflasi energi dapat mereda. Jika konflik berlanjut dan gangguan pasokan berkepanjangan, dampaknya akan terus terasa pada sektor energi dan biaya hidup masyarakat Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 September 2026 pukul 19.30
Pertamina Wanti-wanti Warga Jangan Panic Buying BBM!
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 18.10
Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.611 per Dolar AS, Intip Biang Keroknya
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.40
Harga Minyak Dunia Melejit, Harga BBM Pertamax Diramal Bisa Rp20.000
JawaPos · 11 September 2026 pukul 16.30
Bahil Jamin Pertalite-Solar Subsidi Tidak Naik meski Harga Minyak Dunia Melonjak
Berita terkait
Harga BBM Pertamax Cs Bisa Turun di Agustus? Ini Kata ESDM
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 14.20
Harga Pertamax Green dan Turbo Naik, Apakah Pertamax Bakal Nyusul?
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 15.49
Wamen ESDM: Pertamax ikuti harga pasar minyak dunia
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 13.14
Harga Minyak Sentuh US$91, Perang AS - Iran Kembali Jadi Ancaman
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.25