John Tu, Imigran Kaya AS Berharta Rp508,4 T yang Rajai Bisnis Memori
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

John Tu adalah imigran asal China yang menjadi salah satu orang terkaya di Amerika Serikat dengan kekayaan Rp508,4 triliun, berdasarkan data Forbes per 2 Agustus. Ia menempati peringkat ke-6 sebagai imigran terkaya di AS dan ke-88 dalam daftar orang terkaya dunia.
Lahir di Chongqing, China pada 1941, Tu pindah ke Taiwan saat Perang Saudara China. Setelah kuliah Teknik Elektro di Jerman dan bekerja di Motorola, ia berimigrasi ke AS dengan visa turis pada 1968. Di Arizona, ia kesulitan mencari pekerjaan hingga akhirnya pindah ke Los Angeles pada 1975, di mana ia bertemu David Sun.
Bersama Sun, Tu mendirikan Kingston Technology pada 1982, yang fokus pada memori dan penyimpanan komputer. Meskipun sempat rugi di pasar saham, mereka berhasil mengembangkan bisnisnya dengan produk berkualitas menggunakan chip usang. Kingston mencapai penjualan US$40 juta dalam dua tahun. Pada 1996, Tu dan Sun menjual 80% saham ke Softbank seharga US$1,5 miliar, lalu membeli kembali seluruhnya pada 1999 seharga US$450 juta. Kini, Kingston memiliki 3.000 karyawan di seluruh dunia dan pendapatan tahun lalu sebesar US$14,4 miliar, tetap sebagai perusahaan privat.
Bagikan
Berita terkait
5 Konglomerat Termuda di Dunia, Paling Kaya Usia 21 Tahun
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 11.50
Nekat Beli Pabrik Tua, Imigran Ini Sukses Bangun Bisnis Miliaran Dolar di AS
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 19.02
Warren Buffett Salip Bos Zara, Kembali Masuk 10 Besar Miliarder Dunia
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 21.00
Investasi AI Terus Diguyur, Data Center Harus Cetak Pendapatan Rp94.000 Triliun Supaya Gak Tekor
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 20.40