Jumlah Penduduk Miskin RI Turun Jadi 22,93 Juta Orang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2026 turun menjadi 22,93 juta orang, setara dengan 8,07% dari total penduduk. Angka ini mengalami penurunan sebesar 430 ribu orang dibandingkan September 2025. Secara persentase, tingkat kemiskinan juga turun 0,18 poin persentase dalam periode yang sama. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M Edy Mahmud, menyampaikan bahwa tren penurunan kemiskinan telah berlanjut sejak Maret 2023 hingga Maret 2026. Garis kemiskinan nasional pada Maret 2026 ditetapkan pada Rp 669.235 per kapita per bulan, naik 4,33% dibandingkan September 2025. Wilayah perkotaan memiliki garis kemiskinan lebih tinggi yakni Rp 692.906, sementara wilayah pedesaan sebesar Rp 635.172. Kenaikan garis kemiskinan ini mencerminkan peningkatan biaya hidup, terutama karena komoditas makanan yang menyumbang 74,70% dalam pembentukan garis kemiskinan. Rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia terdiri dari 4,62 anggota, dengan garis kemiskinan rumah tangga mencapai Rp 3.910.866 per bulan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 14.45
BPS: Jumlah Penduduk Miskin Indonesia 22,93 Juta Orang Per Maret 2026
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 14.15
BPS Lapor Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8,07% per Maret 2026
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 12.13
Jumlah Penduduk Miskin RI Turun Jadi 22,93 Juta Orang per Maret 2026
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 12.02
Jumlah Penduduk Miskin RI Menyusut, Kini Tercatat 22,93 Juta Orang
Berita terkait
Garis Kemiskinan RI Cuma Rp669 Ribu, Ekonom Bongkar Jurang Besar antara Data dan Realitas
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 15.11
64,2% Penduduk Indonesia Disebut Miskin, BPS Jelaskan Kenapa Angkanya Beda Jauh
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 06.42
Perbedaan Data Kemiskinan BPS dan Bank Dunia: BPS Tegaskan Beda Standar Pengukuran
VOI · 2 September 2026 pukul 22.00
Membaca Perbedaan Garis Kemiskinan Versi Bank Dunia dan BPS
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 18.30