Garis Kemiskinan RI Cuma Rp669 Ribu, Ekonom Bongkar Jurang Besar antara Data dan Realitas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Garis kemiskinan nasional Indonesia pada Maret 2026 diatur pada Rp669.235 per kapita per bulan, dengan 8,07% atau 22,93 juta orang penduduk di bawah standar tersebut. Namun, ekonom Paramadina Wijayanto Samirin mempertanyakan akurasi angka ini sebagai dasar kebijakan, bahkan menyebutnya sebagai 'kompas' yang menunjukkan kapal Indonesia berkemarah. Ia menyoroti perbedaan metodologi antara BPS yang menggunakan standar domestik dan Bank Dunia yang menggunakan garis kemiskinan internasional US$8,30/hari (Rp1,512 ribu/bulan), yang menghasilkan 64,1% penduduk di bawah garis kemiskinan. Perbandingan dengan Vietnam yang menetapkan standar lebih tinggi (Rp2,2-2,8 juta/bulan) menunjukkan ukuran kemiskinan lebih pada pilihan metodologi daripada angka mutlak. Selain itu, penurunan biaya logistik dari 24-25% menjadi 14% dianggap tidak konsisten secara metodologi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 22.05
Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Pencapaian Ekonomi Indonesia Dinilai Sudah Tepat
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 20.40
Rupiah Hampir Rp18 Ribu, Pertemuan Menkeu Suahasil dan Gubernur BI Sepakati 5 Pilar Fiskal-Moneter
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 11.05
Punya Misi dan Tugas Besar! Ternyata Ini 3 Srikandi di Perekonomian RI
Berita terkait
Mengapa Perhitungan Kemiskinan BPS dan Bank Dunia Berbeda?
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 07.00
64,2% Penduduk Indonesia Disebut Miskin, BPS Jelaskan Kenapa Angkanya Beda Jauh
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 06.42
Perbedaan Data Kemiskinan BPS dan Bank Dunia: BPS Tegaskan Beda Standar Pengukuran
VOI · 2 September 2026 pukul 22.00
Data Kemiskinan Beda dengan Bank Dunia, Ini Penjelasan BPS
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 20.20