'Kalau Gak Masuk Kasihan', Syahganda Disebut Masuk Istana Bukan Tanda Prabowo-Jokowi Retak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penunjukan Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI oleh Presiden Prabowo Subianto memicu berbagai tafsir politik. Pakar ilmu pemerintahan Muhammad Ryaas Rasyid menilai langkah ini bukan tanda keretakan hubungan antara Prabowo dan Joko Widodo, melainkan upaya menetralisir kecurigaan publik mengingat Syahganda sebelumnya vokal mengkritik Jokowi dan Gibran.
Ryaas menjelaskan bahwa posisi Kepala Bakom lebih berfokus pada fungsi komunikasi informasi kepada masyarakat dan bukan jabatan yang sangat strategis. Selain itu, penunjukan ini dianggap sebagai bentuk akomodasi bagi Syahganda yang telah lama menunggu kesempatan masuk pemerintahan. Syahganda resmi dilantik pada 2 Oktober 2026 menggantikan Muhammad Qodari yang kini menjabat sebagai Sekretaris merangkap Anggota Wantimpres RI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 19.46
Bahas Politik, Menko Dudung Ungkap Sikap Pemerintah Jelang Putusan MK
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 16.51
Titip Pesan Kepada Listyo Sigit, Dudung: Tugas KSP Berat
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 11.56
Punya Modal Aktivisme, Syahganda Berpeluang Merombak Budaya Komunikasi Pemerintah
Berita terkait
Pakar: Syahganda Sudah Terlalu Lama Menunggu Panggilan Masuk Pemerintahan
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 19.00
Dulu Dukung Anies Baswedan Kini Dilantik Prabowo, Ini Penjelasan Kepala Bakom Syahganda Nainggolan
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 07.30
Wajah Baru Kepala Bakom
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 08.00
Profil Syahganda Nainggolan, Kepala Bakom RI yang Baru Gantikan Qodari
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 15.58